Pengendalian Sampah Plastik untuk Ibukota yang Lebih Baik

Halo semua, selamat datang di blog saya. Ini adalah blog pertama saya, semoga informasi yang diberikan bermanfaat. 

Topik kita yang akan dibahas kali ini adalah "Pengendalian Sampah Plastik untuk Ibukota yang Lebih Baik"

Sumber : Pinteresest.com (edited)

Tahukah anda, bahwa Jakarta menghasilkan 7000 ton sampah per harinya ? Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan 1.900 - 2.400 ton diantaranya adalah sampah plastik. 

Sebelum kita lanjut ke pembahasan berikutnya, alangkah baiknya kita mengenal lebih dalam tentang sampah plastik

Sampah plastik adalah material sisa yang sudah tidak terpakai dan tersusun dari bahan plastik. Sampah plastik ini merupakan sampah terbanyak yang terlihat di wajah Ibukota. Bagaimana tidak ? Zaman sekarang 80% minuman dikemas dengan kemasan plastik, dan kita ketahui Minuman merupakan salah satu hal yang penting bagi kehidupan kita 


Sampah Plastik ada bermacam - macam jenisnya. Sampah plastik menurut jenisnnya dibagi menjadi 7 :

  1. PET (PolyEthyelene Terephthalate)                                                                                                                               Sampah plastik jenis ini memiliki ciri - ciri khusus yaitu memiliki titik leleh atau titik lebur yang tinggi. Contoh dari jenis sampah plastik ini adalah botol obat kumur, botol air mineral, botol selai, dll 

    Sumber : Twitter BPOM RI
  2. HDPE (High Density PolyEthylene)                                                                                      
           Seperti namanya High Density Polyethylene, sampah jenis ini memiliki tingkat Density atau kepadatan yang tinggi, sehingga HDPE mampu menahan kerusakan yang ditimbulkan oleh beberapa bahan kimia tertentu. Pengaplikasian Plastik jenis HDPE ini sangat luas diantaranya adalah kemasan deterjen, kemasan susu, meja lipat, kursi lipat, dll. 
    Sumber : Twitter BPOM RI
  3.       PVC (PolyVinyl Chloride)                                                                                                       
           sampah plastik ini tidak dibuat dari bahan alami sehingga biaya pemroduksian relatif murah. Bahan PVC ini memiliki sifat yang lentur dan antikorosif, sehingga bahan ini merupakan bahan yang tepat untuk perpipaan, material rumah, dan insulasi kabel listrik.

    Sumber : Twitter BPOM RI
  4.       LDPE (Low Density Polyethylene)                                                                                      
    LDPE merupakan sampah plastik yang memiliki tingkat Density atau tingkat kepadatan yang rendah, sehingga jenis plastik ini tidak digunakan sebagai wadah ataupun pembungkus bahan - bahan kimia tertentu terutama material bersenyawa hidrokarbon. Contohnya adalah Iodoform untuk antiseptik. LDPE sering digunakan sebagai wadah makanan, bagian elektronik, dll

    Sumber : s9un.wordpress.com
  5. PP (PolyPropylene)                                                                                                          
    Jenis plastik ini memiliki permukaan yang tidak rata, umumnya lebih kaku dari jenis plastik lainnya, cukup ekonomis, dan mampu dibuat transulen / bening. PolyPropylene atau biasa disebut Polipropilena dapat terdegradasi apabila terkena radiasi sinar UV, untuk itu penggunaan plastik PP di luar ruangan harus disertai bahan aditif yang mampu menyerap radiasi sinar UV. Contoh penggunaan PP : kemasan berbagai jenis Tekstil, perlengkapan laboratorium, dll. 
    Sumber : slideshare.net

  6. Polystryne                                                                                                                        
           Polystryne adalah jenis plastik yang bersifat Termoplastik padat. Termoplastik adalah jenis plastik yang dapat berubah menjadi lunak apabila dipanaskan dengan suhu yang tinggi. Contoh dari Polystryne adalah sisir, Sterofoam, gantungan baju, ember, dan berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya. 
    Sumber : id.wikipedia.org (edited)
  7.       Others (lain-lainnya)                                                                                                                                            Bahan lainnya yang tidak termasuk dari jenis plastik no 1 - 6. Plastik jenis 7 (terutama jenis polykarbonat) ini mengandung senyawa Bisphenol - A yang berbahaya bila bercampur dengan makanan. Jenis plastik no 7 ini biasa digunakan untuk : perlatan rumah tangga, alat - alat elektronik, plastik kemasan, dll. 

    Sumber : armulagumay.blogspot.com



plastik - plastik diatas memiliki banyak manfaat, tetapi plastik - plastik tersebut juga menimbulkan kerugian, mengapa ? karena setelah plastik digunakan, maka plastik tersebut akan menjadi material terbuang alias sampah. Sampah - sampah plastik inilah yang menimbul kerugian bagi masyarakat. 



Sampah-sampah plastik ini sungguh meresahkan masyrakat Jakarta dan sekitarnya, karena sampah - sampah ini sulit untuk terurai. Hal ini disebapkan karena Rantai Karbon yang menyusun plastik tersebut sangat Panjang, sehingga mikroorganisme sulit untuk menguraikan benda tersebut. Tidak sampai situ, ditinjau dari segi produksinya , pembuatan barang - barang plastik menghasilkan emisi karbon yang merusak lingkungan sekitar. Ditinjau dari limbah yang dihasilkan, Limbah plastik dapat mencemari air. Hal ini dapat terjadi bila produsen merupakan produsen yang tidak bertanggung jawab.


Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik
sumber : ferinaayupuspitasari.blogspot.com

Belakangan ini, banyak orang yang berpikir bahwa sampah - sampah plastik ini dapat disingkirkan dengan cara membakarnya. Padahal hal tersebut memiliki efek yang cukup merugikan bagi mereka sendiri. Kita tahu, bahwa pembakaran sampah plastik merupakan salah satu sumber polusi Udara. karbon, substansi penyusun barang - barang pastik dapat bercampur dengan substansi gas lainnya di Udara,  membentuk senyawa yang bersifat Toxic bagi manusia. Tidak terbayangkan apabila hal ini dilakukan terus menerus , maka Tingkat kematian manusia semakin meningkat hingga tak terbendung.


Bahayanya pembakaran sampah
Sumber : beritagar.id




Pengolahan sampah - sampah plastik telah menjadi soroton dunia dari tahun ke tahun. Banyak sekali upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi pencemaran akibat sampah plastik, antara lain :

  1.       Menetapkan biaya 200 rupiah setiap penggunaan plastik di supermarket dan di toko - toko lainnya.
  2.        Menggalakan program "bebas plastik" dengan cara mengurangi sampah plastik sebesar 70% di tahun 2020
  3.       Menambah sejumlah tempat sampah di area - area public. seperti pada Taman, Halte Bus, Trotoar, dll.
  4.       Menambah sejumlah pasukan oranye untuk menjaga kebersihan Jakarta
  5.         Pembersihan beberapa kali besar dari sampah plastik. contohnya : kali Sentiong, kali ciliwung

Usaha pemerintah akan menjadi sia-sia apabila rakyatnya sendiri tidak memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya penanggulangan sampah plastik. Tidak hanya Pemerintah yang berusaha untuk menanggulangi sampah - sampah plastik, tetapi kita sebagai anak muda juga harus turut andil dalam melakukan penanggulangan sampah plastik melalui karya - karya yang dapat mengubah wajah Jakarta bebas dari sampah plastik.

beberapa usaha yang dapat kita untuk menanggulangi sampah plastik adalah : 

  1.  Mengurangi pembelian minuman berkemasan plastik
  2.       Melakukan daur ulang sampah plastik
  3.       Tidak menggunakan Plastik untuk berbelanja. Alangkah baiknya bila kita membawa Tas sendiri untuk berbelanja
  4.       Tidak membakar sampah plastik , akan tetapi melakukan pengelompokan sampah dan kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diolah lebih lanjut
  5.       Ikut adalam program - program "bebas plastik" yang diberikan oleh pemeritah
Sekian informasi tentang pengendalian sampah plastik di Ibukota. Tetapi sebelum saya tutup, ada kata - kata bijak yang ingin saya sampaikan 


Semoga Blog ini bermanfaat dan mampu mengubah pandangan anda tentang lingkungan. Terima Kasih 😁😁


Comments